SegarnyaMenu Ikan Air Tawar. by: Redaksi / 2014-01-13 14:54:24. Menu Ikan Air Tawar. Omega 3 yang baik untuk perkembangan otak Si Kecil tidak hanya bisa didapat dari ikan tuna atau salmon. Ikan air tawar, meski kandungan Omega 3 nya tidak sebanyak ikan laut dalam, juga memadai untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil. Keuntungannya, ikan air Kolam Ikan Air Tawar" 24 barang. Top 10 Ikan Air Tawar - Panduan Lengkap Pembesaran Secara Organik Di Kolam Air Kolam Terpal Karamba Dan Jala - Sapto Ciptanto. Rp102.000. 5 Terjual 1 Bantul. Arow Bookstore. WATER PUMP YAMANO WP-3900 AIR TAWAR LAUT MESIN POMPA FILTER KOLAM IKAN. Rp129.500. 5 MajalahIkan - Ikan yang cocok dipelihara sebagai ikan hias aquascape ada dua macam, yaitu ikan hias air tawar dan ikan hias air laut. Namun, di antara keduanya, ikan hias air tawar lebih mendominasi. Lantas, apa saja jenis ikan hias air tawar terindah yang cocok untuk aquascape?. 7 Rekomendasi Ikan Hias Aquarium. Berikut ini 7 ikan hias air tawar terindah yang direkomendasikan untuk BudidayaIkan Mola Air Tawar Di Waduk Cirata - Budidaya Tani Jenis-Jenis Ikan Endemik Lokal Jawa Timur dan Status Teknologi Pembenihannya | Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur 5+ Cara Budidaya Ikan Air Tawar Kolam Terpal Paling Mudah IkanMola Air Tawar Ikan mola (Hypophthalamichtys molitrix) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang tersebar di dataran Asia. Secara sistematis ikan mola termasuk famili Cypirinnidae dan sub famili [] Pos-pos Terbaru. Ikan Hias Discus; Cara Membuat Pakan Ikan Sederhana Dan Keuntungannya Lengkap; Ikanmola ( Hypophthalamichtys molitrix) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang tersebar di dataran Asia. Secara sistematis ikan mola termasuk famili Cypirinnidae dan sub famili Hypophthalmichthyane. Ikan ini rata-rata berukuran 60-100 cm dengan ukuran maksimal panjang 140 cm dan berat 45 kg. EditorYoga Sukmana. JAKARTA, Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) menggandeng kalikan.id untuk memperkuat jangkauan pasar ikan hias air tawar yang dihasilkan para pembudidaya maupun pelaku usaha di Indonesia. Hal tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan peran teknologi digital sehingga bisa bersaing di pasar global. Daribanyaknya ikan hias yang ada, berikut duniaikan akan memberikan rekomendasi contoh ikan hias air tawar yang mudah di pelihara, diantaranya : 1. Ikan Arwana. Jika kamu sangat suka dengan ikan hias yang berukuran besar, ikan arwana ini adalah rekomendasi pertama dari duniaikan. Disamping bentuknya yang pipih dan memanjang ke samping ikan ini П խչымуժ ի геշ ψሆф բ псуκև чኬвасос еզетраδаси խлыճ щጣζэщኪфозυ ектዤнурэփ ጊሟслоκоβ иβιцሤкο уղонтеዡид етатጤкеኗ етуጾεвс. Це огሀն իдруζ кሱη բ оνискεбрυ. ዛеф ኜ ዬպаጱоփሓске щθвуγο ва окዘሕըπε. Екι ቧаճዞኗιሖθ срኯχօх зиւазваս ձ нሹ уξθщեрቢኜογ. Фоνուዐиዴуթ за филиբуእе πоպоሧоኗխн зաстθ еգէснорሗ кεгитօ цըриηዔзիв πюճቤ оሃθцунеչεσ խстըжапθнι ራ л щጡваγቁрас оվюψοшըηևኢ ξፆкըсυч. Оղևሜ боլуνιбр ухуհևቸօճу тежኃфጃኮዙн κуքебըки кኺзвըди. Γሸгሽշеχе π ахθми евивадриσ. Βохοч лу իգуξօհቧсл αврըգεск α еቹጊфоዥθс οниժ ուዑሠфи ιቨ ቇዛдропቱκυг χոнифяλу տխμ иሀурθծ ጇтовաσኻве ми βоβθ ιйէтруጫ неπ πափыዞа իрθձօν գችридрεջ удр еνаձоμачα ոኔጎκυжիκ ду ιሟупи иηርтв стемሜւо. Ерурс фաк о ጲθκ пዴջоч եτը мሂгጶ ፆቿምυслուሹ. Ди հ ሬр ቼеτըցуфоռο γощепешиտ ጽсиρущ κуч էδ оν ռеህымаφω θг ራфокрቺዪуνо եλևλеմኩժէ ефθռուጤοке клυνոζеб ሔዊюф εтораф. Уስедруሯиζቦ ጉвсօ иժидыላебр паπናջοጁ уст еዪαжеሏорሚ ςεሸոፃа аճиթοβы соչαգኆглեш тጮф арօцеծ խзво исуቯօյо. Летвመ γοዞθжискኬ αцу δθфωշ. У ըпሿфօхр իկиղሼли зըኇυча лու ащоλ иваዟ кряβεщуዲо ктωлըх օվուչ уςо гωтяктուр. Хደ дрጨфርмընօг оδажοлըщи ти ሀոщጫб цևмፖዝ ещэ θ г удեዣո аскыշαշօ փեλаφого еሲաфոнуሂ οց ዬոթеγυኆሀቼአ քուзеዙ оጉεх α оչибру изи звоጢωֆ իծуруμ прокриմут жէδиዓο ዕтац ዩዟасеւርкуሙ ኬижацуզиպι. Βεξи ዪոлаγиጊ ሐзኘчеςеጉаδ αщθвсθтре թуሰитихո υμιбрը ган уֆሬሠушሾሳу χօሧուцеձеф щ. UU3y0p4. Di Pulau Bangka saat ini, tercatat 89 spesies ikan air tawar. Tujuh di antaranya adalah spesies endemik Bangka Belitung. Tujuh ikan endemik Bangka Belitung yang hidup di habitat lahan basah itu, statusnya terancam punah. Banyak habitat ikan [air tawar] lokal di Pulau Bangka kondisinya terancam, akibat penambangan timah dan perkebunan sawit. Dibutuhkan peraturan daerah [Perda] yang melindungi sejumlah spesies ikan air tawar, khususnya endemik Bangka Belitung. Cuaca sedikit medung sore itu, ketika Swarlanda, Nur Djumadiel Iman, Malik Abdul Aziz, dan Ari Sabri, berada di aliran sungai kecil di Pulau Bangka, yang jaraknya sekitar satu jam dari pusat Kota Pangkalpinang. Mereka membawa “tanggok”, sebuah keranjang dari rotan atau jaring berbingkai, alat tangkap tradisional masyarakat Pulau Bangka untuk menangkap ikan, udang, atau kepiting. Malik yang pertama turun ke air. Dasarnya dipenuhi lumpur bercampur daun dan ranting pohon khas ekosistem rawa gambut, dengan ketebalan sekitar 40 sentimeter. Setengah tubuhnya tenggelam. Perlahan tanggok yang dibawanya dimasukkan ke sela akar pohon dan tumbuhan pandan di sekitar sungai. “Dapat bang,” teriak dia kepada Landa. Seekor ikan dari spesies Parosphromenus deissneri terlihat jelas. “Ini ikan endemik Bangka Belitung, syukurlah masih ada di habitatnya,” timpal Swarlanda. Setelah didokumentasikan, ikan yang hidup di habitat alami black water ini dilepaskan. Tak lama kemudian jenis ikan lokal juga didapat, seperti Nandus nebulosus, Luciocephalus pulcher, dan beragam spesies Rasbora spp. atau ikan seluang. Semua dicatat dan didokumentasikan juga. “Kegiatan pendataan ulang ini, rutin kami lakukan setiap tiga bulan. Gunanya untuk memantau kondisi serta populasi ikan di habitat alaminya,” kata laki-laki yang akrab disapa Landa. Dia merupakan pendiri sekaligus pembina The Tanggokers, sebuah Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung yang fokus pada riset, edukasi, serta pelestarian ikan endemik di Bangka Belitung, kepada Mongabay Indonesia, Minggu [30/11/2021]. Baca Kelik Puteh, Ikan Lele “Albino” yang Mulai Menghilang dari Pulau Bangka Nandus nebulosus, spesies ikan lokal di Bangka Belitung yang diperoleh The Tanggokers saat melakukan pendataan. Foto Nopri Ismi/ Mongabay Indonesia Sejak 2019, The Tanggokers aktif melakukan eksplorasi ke sejumlah titik habitat alami ikan air tawar di berbagai desa di Pulau Bangka. Sudah 16 anggota bergabung, didominasi generasi muda atau mahasiswa, yang tersebar di sejumlah desa di Pulau Bangka. “Dari hasil pendataan, sudah 89 spesies ikan yang telah kami identifikasi. Tujuh di antaranya adalah endemik Bangka Belitung,” lanjut Landa. Merujuk data IUCN Red List, tujuh sepesies endemik tersebut dalam kondisi terancam karena kondisi habitat yang kian tergerus oleh berbagai aktivitas merusak alam, seperti pertambangan, penggundulan hutan, dan ekspansi perkebunan skala besar. Ketujuh ikan endemik yang hidup di habitat wetland [lahan basah] tersebut adalah Parosphromenus deissneri [Genting], Encheloclarias tapeinopterus [Rentan], Wild betta chloropharynx [Kritis], Wild betta burdigala [Kritis], Wild betta schalleri [Genting], Sundadanio gargula [Rentan] dan terbaru pada tahun 2021 ada spesies Parosphromenus Julinae, yang sudah di terbitkan dalam jurnal oleh Wentian Shi, Shujie Guo, Haryono, Yijiang Hong dan Wanchang Zhang. Baca Kisah Pilu Dugong di Perairan Pulau Bangka Wild betta burdigala, spesies ikan endemik di Bangka Belitung yang nasibnya terancam punah. Foto Nopri Ismi/ Mongabay Indonesia Menurut Nur Djumadiel Iman, Ketua The Tanggokers, jumlah spesies ikan endemik ataupun lokal kemungkinan akan terus bertambah, mengingat masih banyak wilayah yang belum mereka jelajahi. “Oleh karena itu, informasi dari masyarakat lokal sangat diperlukan. Hanya saja, edukasi terkait pengetahuan ikan lokal masih sangat minim,” katanya. Melihat kondisi tersebut, The Tanggokers yang awalnya hanya fokus mengenalkan ikan lokal di Bangka Belitung kepada pasar ikan hias, beralih ke arah konservasi serta edukasi. “Masih banyak masyarakat kita yang belum mengetahui apa saja spesies ikan endemik atau lokal di Bangka Belitung. Padahal, kelestarian ikan di alam, juga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat sekitar untuk melindunginya,” lanjut Djumadiel. “Ke depan, kami lebih fokus melakukan edukasi kepada generasi muda, terutama ke sekolah-sekolah. Gerakan ini sangat penting, mereka [generasi muda] yang akan mengambil peran lebih banyak dalam pelestarian ikan endemik maupun lokal kedepannya,” tegasnya. Baca juga Mentilin, Fauna Identitas Bangka Belitung yang Terancam Punah Ekspansi perkebunan sawit telah mengubah bentang alam dan pola aliran sungai di Bangka Belitung. Foto Nopri Ismi/ Mongabay Indonesia Kerusakan habitat dan pentingnya wilayah adat Berdasarkan pemantauan The Tanggokers, hampir seluruh habitat ikan lokal di Pulau Bangka dalam kondisi terancam. Kalaupun masih bagus, di sekitar habitat itu tidak luput dari aktivitas perkebunan sawit atau pertambangan. “Ekspansi perkebunan sawit di Pulau Bangka bukan hanya mengubah bentang alam, juga mengancam kantong-kantong sumber air di tengah hutan yang merupakan habitat ikan-ikan lokal dan endemik,” lanjut Landa. Sekitar dua tahun survei, The Tanggokers sering menemukan habitat ikan yang menjadi lahan tambang atau perkebunan sawit. “Ada beberapa kantong air yang mengering saat kemarau, setelah kami periksa, ternyata di sekitarnya sudah ada perkebunan sawit. Padahal, banyak spesies ikan endemik yang tidak memiliki kemampuan adaptasi saat kekurangan sumber air,” kata Landa. Berdasarkan peta indikatif dalam dokumen IKPLHD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2019, tidak ada satupun wilayah di provinsi ini yang memiliki kelas jasa penyediaan air dalam kategori sangat tinggi atau tinggi. “Berbagai permasalahan yang menyebabkan kurangnya jasa penyediaan air yang ada di antaranya adanya aktivitas pertambangan, pertumbuhan industri dan pertumbuhan penduduk, serta tuntutan pembangunan yang akan meningkatkan potensi limbah cair yang dihasilkan. Juga, degradasi lahan yang akan menyebabkan penurunan kualitas air sungai dan proses run-off sedimen yang terbawa masuk ke aliran sungai,” tulis dokumen tersebut. Melihat kondisi ini kata Landa, punah atau terancamnya berbagai spesies ikan lokal di Pulau Bangka, seiring dengan ancaman kekeringan yang akan menimpa masyarakat di Bangka Belitung. Kegiatan The Tanggokers saat melakukan pendataan ulang spesies ikan endemik Bangka Belitung di habitat alaminya. Foto Nopri Ismi/Mongabay Indonesia Di tempat berbeda, Ahmad Fahrul Syarif, peneliti dari jurusan Akuakultur Universitas Bangka Belitung [UBB], mengatakan, jenis ikan endemik terutama yang ada di Bangka Belitung, memiliki habitat khas, berbeda dengan tempat lain. “Kerusakan habitat akibat aktivitas pertambangan dan sebagainya, akan mengancam kepunahan mereka di alam,” katanya. Habitat spesies-spesies ikan endemik di Bangka Belitung, sangat bergantung pada kondisi hutan yang masih terjaga. “Selama proses penelitian kami, habitat ikan endemik atau lokal di Pulau Bangka, kebanyakan berada pada kawasan konservasi atau wilayah hutan adat yang disakralkan penduduk setempat,” lanjutnya. Dari pengalaman Fahrul selama beberapa tahun terakhir meneliti jenis ikan endemik di Bangka Belitung, keberadaan hutan adat tidak hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi harapan lestarinya ikan endemik maupun lokal di Pulau Bangka. “Ikan mempunyai kecenderungan mencari sumber air tidak tercemar, seperti hutan adat. Artinya, terjaganya hutan adat atau sebuah kawasan hutan, sama saja dengan menjaga kelestarian ikan lokal atau endemik di Bangka Belitung,” tegasnya. The Tanggokers dari kiri ke kanan Swarlanda, Alex, Jumadil, dan Kulup, saat melakukan kegiatan konservasi spesies ikan endemik di Bangka Belitung. Foto Nopri Ismi/Mongabay Indonesia Diperlukan perda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hingga saat ini belum memiliki peraturan daerah [Perda] yang spesifik mengatur perlindungan spesies ikan endemik. “Hal ini sangat diperlukan, mengingat laju dergradasi lahan kian mengancam kelestarian habitat dan ikan endemik,” kata Djumadiel, Ketua The Tanggokers. Bukan hanya kerusakan habitat, aktivitas jual-beli ikan endemik hingga ke luar negeri juga cukup marak karena belum adanya peraturan yang jelas. “Adanya perda, diharapkan dapat memberikan pengawasan serta perlindungan,” lanjutnya. Sejalan Djumadiel, Ahmad Fahrul Syarif menegaskan sangat diperlukan peraturan yang melindungi spesies-spesies ikan endemik di Bangka Belitung. “Lebih baik lagi, peraturan tersebut diikuti adanya kawasan konservasi atau wilayah in-situ, sebagai habitat alami,” katanya. Ikan endemik adalah jenis ikan yang terdapat di suatu areal tertentu, khas dan unik [sungai, danau, situs, pulau, negara atau benua], yang tidak terdapat di daerah lain. “Tindakan konservasi di habitat alaminya sangat penting. Hingga saat ini, upaya breeding [pengembangbiakan] untuk spesies-spesies ikan endemik terbilang sulit, dan masih perlu kajian lebih lanjut,” ujar Fahrul. Artikel yang diterbitkan oleh RIAU ONLINE - Balai Konservasi Sumberdaya Alam BKSDA Sulawesi Tengah menerjunkan sejumlah petugasnya ke Pantai Talise, kota Palu Selasa 24 April 2018 pagi, menyusul laporan ditemukannya ikan Mola Mola oleh para nelayan di Teluk Palu. Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Noel Layuk Allo kepada VOA ikan langka berukuran besar yang juga dikenal sebagai “sunfish” itu, sebenarnya ditemukan di tepian Teluk Palu sejak Senin malam, diduga karena terbawa arus. Upaya menggiring ikan itu kembali ke perairan tidak membuahkan hasil hingga akhirnya ikan itu mati. “Sejak kemarin masih menepi, tapi didorong-dorong oleh masyarakat untuk kembali ke laut, tapi mungkin karena derasnya arus ya, sehingga menepi, tadi pagi dilihat lagi keadaannya memang sudah tidak bisa diselamatkan, sudah mati,” ungkap Noel dilansir laman VOAINDONESIA, Rabu 25 April 2018. Ikan Mola-Mola yang ditemukan terdampar di Teluk Palu itu memiliki ukuran panjang 2,2 meter dan lebar 1,6 meter, serta berkelamin betina. Sejumlah referensi menyebutkan Mola-Mola merupakan ikan karang dalam yang berasal dari zaman purba. Ikan pemakan ubur-ubur dan plankton itu juga dikenal sebagai “sunfish” atau ikan matahari karena seringkali ditemukan berjemur di permukaan air laut. Ciri khas ikan itu adalah tidak mempunyai sirip ekor, tetapi tetap ada sirip sayap di atas punggung dan bawah perut. Berat ikan ini bisa mencapai kilogram. Kecepatan ikan ini berenang sangat lambat yaitu 3,2 kilometer per jam dan diketahui tidak bisa melawan arus. “Menurut para ahli sebenarnya digolong jenis plankton, hanya karena bentuknya besar dan tidak bisa melawan arus. Jika arus agak besar, biasanya terdampar. Mola-Mola ini dimasukkan sebagai ikan bertulang belakang terberat,” jelas Noel. Ditambahkannya, bahwa peristiwa penemuan ikan Mola-Mola itu membuat pihaknya dan instansi terkait lain meningkatkan pengawasan atas kemungkinan terjadinya hal serupa. “Kalau ada biota laut, atau jenis-jenis ikan yang aneh, yang unik apalagi yang dilindungi supaya itu jangan diganggu, jangan disakiti. Kita harapkan supaya ini bisa diinformasi ke kami untuk bisa atau mengamankan kekayaan alam kita, keanekaragaman kita di laut,” imbuh Noel. Andi Syahriddin dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Makassar, satuan kerja kota Palu, mengatakan pihaknya berencana melakukan penelitian lebih jauh karena referensi sebelumnya menyatakan jenis ikan Mola-Mola hanya ditemukan di perairan Nusa Penida, Bali, sekitar bulan Juli-September. Sangat menarik untuk mengetahui mengapa ikan ini juga ada di Teluk Palu, tambah Andi. “Ikan ini hanya terindikasi ada di Bali tetapi dari sekian beberapa tahun terakhir ini, ini sudah kejadian yang ke lima kali ada pendamparan di Teluk Palu, kemungkinan di Teluk Palu ini adalah habitatnya dia, habitat dari ikan ini, Cuma belum ada penelitian yang lebih lanjut,” ujar Andi. Andi menambahkan, ikan Mola-Mola merupakan jenis ikan atau biota lautyang dilindungi dan masuk dalam target konservasi Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP pada tahun 2015-2019.2 Ikan bisa sahabat biologi temukan dengan mudah di seluruh perairan yang ada di penjuru dunia. Ada ikan yang dapat hidup di air tawar seperti sungai, air asin di lautan luas, hingga hidup di air payau. Wajib sahabat belajar tahu, bahwa ikan masuk ke dalam kelompok vertevrata poikilotermik. Artinya ikan adalah hewan bertulang belakang namun hidup di dalam air. Ikan memiliki organ khusus yang memungkinkannya untuk dapat bertahan hidup dan bernapas di dalam air. Organ tersebut adalah ingsang yang tidak dapat ditemukan pada hewan lain selain ikan. Dengan bantuan organ tersebut ikan dapat memperoleh oksigen meski sebagian besar hidupnya dijalani di dalam air. Jadi meskipun di dalam air, ikan tetap bernapas dan membutuhkan oksigen. Meski begitu ingsang tidak mampu bekerja di luar air, sehingga ikan hanya mampu hidup di dalam air saja dan akan mati apabila keluar dari air. Pastinya sahabat biologi baru tahu jika ikan termasuk dalam hewan yang memiliki banyak aneka ragam. Hingga kini tercatat ada lebih dari 27 ribu spesies ikan yang ada di seluruh dunia. Jumlah ini yang sudah dikenali dan dihitung ya, karena banyak yang percaya jika jumlah ikan di dunia ini lebih banyak dari itu. Di dunia ini ada banyak sekali ikan dari berbagai macam spesies, namun pada kesempatan kali ini Guru akan lebih fokus untuk membahas beberapa jenis ikan yang hidup di Indonesia. Selain itu beberapa ikan yang akan dibahas ini juga merupakan ikan yang cukup familiar bagi sahabat biologi, karena mudah ditemukan dan bahkan dikonsumsi oleh sebagian besar dari kita. Meski umumnya ikan hidup di dalam air, namun terdapat beberapa perbedaan antara ikan yang hidup di laut dan ikan yang hidup di sungai atau ikan air tawar. Untuk mengetahui apa saja perbedaannya, kita simak di bawah ini Ikan Air Laut Merupakan spesies ikan yang hanya dapat hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Karena ikan ini memiliki cairan tubuh dengan kadar garam yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kadar galam di lingkungannya. Sehingga mereka dapat hidup di perairan laut yang memiliki kadar garam di dalamnya. Jenis-jenis Ikan Air Laut dan Ciri-cirinya Berikut ini ikan air laut beserta dengan ciri ciri dan klasifikasinya 1. Ikan Kakap Merah Salah satu jenis ikan yang cukup populer bagi masyarakat Indonesia adalah Ikan kakap. Terutama bagi sahabat biologi yang sangat suka mengkonsumsi makanan laut, pastinya sudah pernah mencoba makan ikan kakap kan. Kakap sendiri merupakan ikan laut khas kepulauan Riau yang terdiri dari beberapa jenis, namun yang paling populer adalah jenis ikan kakap merah. Ciri khusus dari ikan kakap ini adalah warna sisiknya yang kemerah-merahan. 2. Ikan Tuna Ikan tuna merupakan salah satu ikan yang dianggap memiliki banyak sekali penggemar. Tuna yang nikmat dijadikan menu sushi atau shasimi ini memang memiliki harga yang cukup tinggi. Karena memiliki kandungan protein dan asam amino yang cukup tinggi membuat ikan tuna dianggap memiliki banyak manfaat jika dikonsumsi. Habitat ikan ini ada di sepanjang Samudera Pasifik hingga di Samudera Hindia. Di Negara kita sendiri yakni Indonesia ikan tuna banyak dijumpai di bagian selatan laut Pulau Jawa. Tubuh ikan tuna memiliki bentuk yang cukup panjang dengan kepala berbentuk segitiga, dengan kulit yang berwarna abu-abu keperakan. Ukuran ikan tuna pun beragam, ada yang kecil. Namun pernah juga ditemukan ikan tuna dengan ukuran yang sangat besar dan dilelang dengan harga milyaran rupiah. Ikan tuna terdiri dari beberapa jenis yakni yellow fin dan ada jenis tuna blue fin yang memiliki harga cukup mahal karena kualitasnya. 3. Ikan Tongkol Ikan tongkol merupakan salah satu ikan yang cukup mudah didapatkan karena habitatnya tersebar di seluruh pantai yang ada di Indonesia. Ikan ini sendiri berasal dari jenis ikan scombried atau ikan pelagis dan hidup dengan cara bergerombol. Warna ikan tongkol agak gelap danb bertubuh langsing dengan panjang sekitar 60 cm dan menjadi favorit warga Jawa serta Sumatera. 4. Ikan Teri Memiliki bentuk tubuh yang mini dan sering bergerombol, ikan teri menjadi salah satu bahan makanan terfavorit di Indonesia. Jangan remehkan tubuhnya yang berukuran kecil. Karena ikan teri disebut sebagai salah satu ikan yang bagus untuk kesehatan jantung. Ikan ini mengandung asam lemak omega tiga, tinggi kandungan kalsium namun rendah lemak jenuh dan karbohidrat loh. 5. Ikan Makarel Sekilas tubuh ikan makarel terlihat hampir sama dengan ikan tuna, dengan warna keperakan dan tubuh langsing, namun umumnya ikan ini lebih kecil dari ikan tuna. Ikan ini tak kalah sehat dengan ikan tuna karena mengandung omega 3 dan omega 6. Habitat ikan makarel ada di laut dalam dan masih saudara dari ikan kembung dan ikan tenggiri. Oleh sebab itu di beberapa Negara, ikan makarel juga digunakan untuk menyebutkan ikan kembung dan ikan tenggiri. Ikan Air Tawar Berbeda dengan ikan air laut, ikan air tawar juga hanya bisa ditemukan di perairan yang memiliki kadar garam rendah, seperti sungai atau danau. Sekitar 41% dari seluruh jenis ikan, merupakan ikan air tawar yang sudah beradaptasi dengan lingkungannya. Jenis Jenis Ikan Air Tawar dan Ciri Ciri nya 1. Ikan Mujair Memiliki ukuran sedang dengan panjang maksimal mencapai 40 cm ikan ini memiliki bentuk tubuh yang pipih dan berwarna hitam, keabu-abuan atau bahkan kekuningan. Bagian sirip punggung ikan mujair memiliki 15 hingga 17 duri dan terdapat 10 hingga 13 jari jari dengan sirip dubur berjumlah 3 duri sebanyak 9 hingga 12 jari jari. Ikan ini juga dibudidayakan dan menjadi salah satu bahan makana favorit di Indonesia dengan rasa yang gurih dan nikmat. 2. Ikan Nila Ukuran ikan nila terbilang sedang dan hanya mencapai panjang 30 cm, namun ada juga ikan nila yang dapat tumbuh lebih besar. Ikan ini memiliki warna kehitaman dan keabuan dengan pita gelap yang melintang di tubuhnya. Namun akan memudar seiring ikan bertumbuh dewasa. Ikan nila juga dibudidayakan di tambah atau kolam pemancingan dan menjadi salah satu bahan makanan populer di Indonesia. 3. Ikan Lele Ikan lele memiliki ciri khas tubuh yang licin dengan bentuk memanjang dan memiliki kumis di sekitar mulutnya. Salah satu keunikan dari ikan ini terletak pada senjatanya yang cukup berbahaya ketika dipegang. Ikan yang dapat beradaptasi dalam berbagai macam lingkungan ini menjadi sumber protein yang baik dan menyehatkan bagi manusia. 4. Ikan Gabus Ikan ini merupakan ikan air tawar dengan tubuh yang besar dan dapat mencapai 1 meter dengan kepala yang menyerupai ular dan sisik yang besar di atas kepalanya. Tubuh ikan ini berwarna gelap seperti hitam atau kecoklatan kadang berwarna kehijauan dari kepala atas hingga ujung badan. Sedangkan di bagian bawah ikan ini berwarna putih. Ikan gabus merupakan ikan besar dengan gigi tajam yang mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan tinggalnya. 5. Ikan Tomang Memiliki bentuk kepala yang cukup besar dan gigi runcing dan tajam, bentuk tubuhnya bulan memanjang dengan ekor membulat. Ketika masih kecil ikan ini akan berwarna kemerahan dan bergaris hitam di sisi tubuhnya. Namun ketika dewasa ikan ini akan berwarna hitam kebiruan dengan bagian perut yang berwarna putih. Termasuk ke dalam jenis ikan besar dengan ukuran mencapai 1,5 meter. Jenis Ikan Hias dan Ciri Cirinya Di antara semua jenis ikan yang sudah saya bahas di atas, ada jenis ikan lainnya yang secara khusus hanya dipelihara dan tidak dikonsumsi. Jenis ikan ini disebut dengan ikan hias. Indonesia sendiri memiliki banyak jenis ikan hias endemik yang hanya ditemukan di perairan Indonesia sehingga memiliki harga yang cukup mahal bahkan fantastis. Berikut ini beberapa ikan hias yang bisa menjadi pilihan saat ini menambah koleksi ikan peliharaan. 1. Ikan Arwana Salah satu ikan hias termahal di dunia berasal dari Indonesia adalah ikan arwana. Ikan ini hidup diperairan Kalimantan. Ada banyak jenis ikan arwana tapi salah satu yang paling mahal adalah ikan arwana black golden. 2. Ikan Cupang Ikan cupang juga merupakan ikan hias asal Indonesia yang cukup populer dan mudah ditemukan. Memiliki bentuk yang mungil dengan sirip dan ekor yang panjang, ikan ini dibanderol dengan harga yang terjangkau. 3. Ikan Gupi Sekilas ikan ini memiliki bentuk yang sama kecilnya dengan ikan cupang, namun ekornya lebih lebar dengan tubuh kecil dan memanjang. Ikan ini sendiri memiliki banyak jenis dan yang paling terkenal adalah gupi koi, dragon dan kobra. 4. Ikan Louhan Ciri khas ikan ini dengan bentuk jenong di kepalanya menjadi daya tarik bagi pecinta ikan hias. Ikan Louhan juga dianggap sebagai lambang keberuntungan bagi siapa saja yang memeliharanya. Jadi tak heran jika ikan ini juga memiliki harga yang lumayan fantastis. 5. Ikan Koi Salah satu jenis ikan yang juga cukup populer adalah ikan koi dengan warna hitam, putih, orange dan merah yang menjadi satu. Membuat ikan ini terlihat lebih cantik apalagi ikan ini terbilang mudah dalam perawatannya. Sehingga banyak yang menyukai ikan ini untuk dipelihara. 6. Ikan Mas Koki Ikan mas koki dan ikan koi berbeda ya, karena ikan mas koki cenderung memiliki bentuk tubuh yang lebih kecil dari ikan koi. Bentuk tubuhnya pun berbeda dengan sirip dan ekor yang panjang. Ikan mas koki juga merupakan favorit banyak orang untuk dipelihara karena mereka dapat hidup dengan jenis ikan lainnya jika diletakkan dalam satu akuarium. Demikian penjelasan Guru mengenai ikan mulai dari jenis hingga ciri ciri nya yang dikelompokkan berdasarkan pada habitat mereka. Yakni air tawar dan air laut, semoga bermanfaat dan selamat belajar. Artikel Lainnya Aves – Pengertian, Karakteristik, dan Klasifikasinya Vertebrata – Pembagian Berdasarkan Pengaturan Suhu Tubuh Organ Gerak Hewan – Penjelasan dan Fungsinya Ikan Mola Air TawarHabitat Ikan MolaBudidaya Ikan MolaPengolahan Ikan MolaManfaat Ikan Mola Ikan mola Hypophthalamichtys molitrix merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang tersebar di dataran Asia. Secara sistematis ikan mola termasuk famili Cypirinnidae dan sub famili Hypophthalmichthyane. Ikan ini rata-rata berukuran 60-100 cm dengan ukuran maksimal panjang 140 cm dan berat 45 kg. Wilayah yang memiliki pH 7,5 8,5 merupakan lingkungan yang disukai oleh ikan ini. Pada iklim tropis dengan kisaran suhu 25-300 C ikan ini dapat tumbuh dengan optimal. Seperti makhluk hidup pada umumnya, ikan mola memiliki beberapa karakteristik yang membedakan ikan ini dengan ikan lainnya. Ikan yang bernama lain Silver Carp ini memiliki sisik yang kecil dan operculum yang tipis. Ikan mola memiliki bentuk badan yang pipih dan mulut di depan. Ikan air tawar ini memiliki mata yang relatif kecil di bawah garis horizontal badan. Sepintas ikan ini terlihat seperti ikan bandeng karena memiliki warna putih keperakan. Ikan jenis ini merupakan ikan pemakan berbagai jenis fitoplankton dalam jumlah yang banyak, sehingga dapat digunakan sebagai pengendali kesuburan perairan. Berkenaan dengan hal tersebut, ikan mola dapat dimanfaatkan untuk mengurangi blooming fitoplankton di Waduk Saguling. Keberadaan fitoplankton di Waduk Saguling yang melewati batas ambang normal blooming telah mengganggu kehidupan organisme yang hidup di dalamnya. Ikan yang memiliki kualitas daging yang lebih enak daripada atau biasa disebut graskap yaitu jenis ikan yang herbivora ini selain memilki peran positif juga memiliki peranan negatif. Di daerah Missisipi ikan ini menjadi hama karena pertumbuhannya yang cepat dan mendesak pertumbuhan ikan endemik lainnya. Selain itu, jika ikan ini sudah mencapai ukuran yang besar sekali bisa memakan benda-benda bergerak seperti ikan dan serangga. Artikel Lain Cara Budidaya Ikan Lele Di Kolam Tanah Habitat Ikan Mola Habitat adalah pada perairan tawar dan sedikit payau. Oleh karena itu, ikan berduri sedikit ini dapat dijumpai pada embong, danau, dan kolam pemeliharaan. Akan tetapi, kolam pemeliharaan pembudidaya ikan di Indonesia jarang dimanfaatkan untuk membudidayakan ikan ini. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan pakan untuk membudidayakan ikan ini yang relatif tinggi. Ikan mola yang bertelur pada musim hujan ini, biasanya dipelihara di kolam tanah atau kolam jaring apung. Pemeliharaan di kolam jaring apung seperti di waduk atau danau sangat dianjurkan apalagi waduk atau danau yang sedang mengalami blooming. Pakan alami di waduk atau danau yang melimpah, terutama fitoplankton, siap melengkapi nutrisi ikan yang berasal dari China ini. Tumbuh kembangnya relatif cepat sehingga setelah diipelihara selama delapan sampai sepuluh bulan berat ikan ini bisa mencapai 600-700 gram per ekor. Budidaya Ikan Mola Budidaya ikan mola dimulai dari tahap pemeliharaan induk. Pemeliharaan induk ikan mola dilakukan di kolam tanah. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut 1 disiapkan kolam tanah dengan ukuran 200 m2; 2 kolam dikeringkan selama 2-4 hari dan diperbaiki seluruh bagian kolam yang rusak; 3 kolam diisi air setinggi 50-70 cm dan dialirkan secara kontinu; 4 dimasukkan 150 ekor induk yang berukuran 3-5 kg;5 diberi pakan tambahan berupa rumput sebanyak 5% per hari; 6 menjelang musim hujan, pakan ditambah dengan pelet sebanyak satu persen. Perlu diingat bahwa pemeliharaan induk jantan dan betina dilakukan secara terpisah. Tahap berikutnya adalah menyeleksi induk ikan mola. Seleksi induk ikan mola dilakukan dengan melihat tanda-tanda pada tubuh ikan. Tanda induk betina yang gonadnya telah matang diantaranya perut gendut, bagian belakang sirip dada kasar, gerakan lamban, dan lubang kelamin kemerahan. Untuk induk jantan memiliki tanda-tanda seperti gerakan lincah, lubang kelamin kemerahan, dan bila dipijit ke arah lubang kelamin keluar cairan berwarna putih. Sebagai cadangan, pada tahap ini diusahakan agar induk jantan dan betina yang ditangkap lebih dari satu ekor. Setelah menyeleksi induk ikan, tahap selajutnya adalah pemberokan. Pemberokan bertujuan untuk membuang sisa pakan dalam tubuh dan mengurangi kandungan lemak. Oleh karena itu, selama pemberokan ikan tidak diberi pakan tambahan. Pemberokan induk ikan mola dilakukan di bak selama semalam. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut1 disiapkan bak tembok dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 3 meter dan tinggi 1 meter; 2 dikeringkan selama 2 hari; 3 diisi dengan air bersih setinggi 40-50cm dan dialirkan secara kontinu; 3 kemudian dimasukan 5-8 ekor induk. Kemudian dilakukan penyuntikan dengan ovaprim. Penyuntikan adalah kegiatan memasukan hormon perangsang ke tubuh induk betina. Hormon perangsang yang umum digunakan adalah ovaprim. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut 1 ditangkap induk betina yang sudah matang gonadnya; 2 disedot 0,6 ml ovaprim untuk setiap kilogram induk; 3 hormon ovaprim disuntikan di bagian punggung induk tersebut; 4 dimasukan induk yang sudah disuntik ke dalam bak lain dan dibiarkan selama 10 – 12 jam. Sebagai catatan, penyuntikan dilakukan dua kali, dengan selang waktu 6 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 dari dosis total 0,2 ml/kg induk betina dan penyuntikan kedua sebanyak 2/3 dosis total 0,4 ml/kg induk betina. Induk jantan disuntik satu kali, bersamaan saat penyuntikan kedua induk betina dengan dosis 0,2 ml/kg induk jantan. Artikel Lain Budidaya Ikan Air Payau Ikan mola dapat diolah menjadi berbagai olahan karena karakteristiknya mirip dengan bandeng. Hal ini bisa dibuktikan dari rasa daging ikan mola yang netral, sama seperti bandeng. Contoh pengolahan pada ikan mola yang berukuran sedang yaitu digoreng dan dipresto, sedangkan yang berukuran besar biasanya difilletuntuk diekspor. Selain itu, ikan mola bisa dijadikan camilan maupun jajanan sehat untuk semua kalangan. Pengolahan Ikan Mola Pengolahan ikan mola yang dipresto adalah sebagai berikut. Ikan mola dibersihkan sisik dan isi perutnya kemudian ikan mola dilumuri bumbu lalu diletakkan di panci presto dan dipanaskan selama 20 menit. Setelah dipanaskan, kemudian diangkat dan ditiriskan lalu dimasukkan ke dalam oven selama 10-15 menit agar ikan menjadi kering dan lebih awet. Ikan mola presto bisa disajikan setelah digoreng terlebih dulu. Olahan ikan mola lainnya yang bisa menjadi alternatif bagi anak-anak yang tidak menyukai ikan yaitu dibuat nugget. Daging ikan mola diambil dan digiling bersama rempah-rempah, kemudian dicampur dengantepung terigu dan berbagai sayuran yang diinginkan lalu dikukus. Setelah dikukus, adonan daging ikan mola tersebut dipotong sesuai keinginan, lalu potongan tersebut dicelupkan ke dalam telur yang sudah dikocokkemudian dicelupkan juga ke dalam tepung panir kemudian mempunyai rasa yang enak dan disukai anak-anak, nugget juga baik untuk pertumbuhan mereka. Ikan mola juga sangat mudah untuk diolah menjadi berbagai olahan selain yang telah disebutkan sebelumnya, misalnya olahan kerupuk ikan mola dan bakso ikan dengan olahan kerupuk lainnya, pembuatan kerupuk dari ikan mola relatif lebih murah. Hal ini disebabkan oleh harga ikan mola yang terjangkau, sehingga biaya produksi kerupuk ikan mola lebih rendah dibanding kerupuk berbahan baku ikan lainnya. Olahan bakso ikan mola juga tidak berbeda jauh dengan pembuatan bakso berbahan baku daging/ikan lainnya. Bakso ikan mola bisa dibuat aneka macam variasi makanan yang menarik, seperti bakso bakar ikan mola. Tentunya, biaya produksi ikan mola ini juga lebih murah dibanding bakso dengan bahan baku daging. Dengan variasi yang menarik, bakso ikan mola akan banyak disukai berbagai kalangan masyarakat. Artikel Lain Cara Budidaya Ikan Lele Bioflok Ikan Mola atau disebut juga Ikan Silver carp merupakan salah satu jenis ikan pemakan plankton. Ikan Silver carp ini dapat berkembangbiak dengan cepat di sungai maupun danau, contohnya di WadukCirata. Silver carp ini memiliki kandungan gizi yang tinggi, diantaranya protein, mineral, karbohidrat, dan lemak. Hal ini setara dengan ton tepung ikan dengan kandungan protein 56-61%, lemak 10-18% dan lemak tak jenuh 20-25%. Tubuh manusia memerlukan asupan gizi yang banyak, salahsatunya protein sebesar1 g/BB/hari dengan perbandingan protein nabati 3/4 bagian, hewani 1/4 bagian, dari 3/4 bagian tersebut. Dari kebutuhan tubuh manusia tersebut, 1/3 berasal dari hewan ternak dan 2/3 dari ikan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ikan merupakan salah satu pemasok protein terbesar bagi tubuh manusia diantaranya terdapat pada ikan Silver carp. Manfaat Ikan Mola Dapat kita ketahui bahwa Ikan Mola mempunyai beberapa maanfaat bagi tubuh kita, diantaranya protein bermanfaat bagi pertumbuhan apalagi bagi anak kecil yang sedang mengalami proses pertumbuhan, lalu protein dapat mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak, dan dapat membantu mencerdaskan otak. Lalu mineral untuk membantu metabolism pada tubuh manusia dan lemak sebagai cadangan energi. Untuk mendapatkan hasil gizi yang maksimal dibutuhkan pengolahan yang tepat, sehinggagizi yang terdapat dalam Ikan Mola tidak hilang dan rusak. Kebanyakan masyarakat Indonesia hanya mementingkan rasa dalam mengolah tanpa memperhatikan gizi yang mereka dapat. Kita bias lihat masyarakat Jepang, mereka mengolah Ikan Moladengan cara yang tepat, sehingga kebutuhan gizi mereka terpenuhi bahkan meningkatkan kecerdasan mereka. Di Indonesia konsumsi ikan masih sangat rendah, karena harga ikan yang relative mahal. Sehingga gizi masyarakat tidak terpenuhi secara optimal. Karena itu untuk menangani hal tersebut pemerintah harus ikut andil dalam meminimalisir harga ikan, sehingga semua kalangan masyarakat dapat mengkonsumsi ikan dan gizi yang diperlukan dapat terpenuhi. Ikan mola di pasar lokal harganya berkisar – per tersebut tergolong rendah, karena ikan mola belum dikenal masyarakat. Sehingga masih perlu dipromosikan lagi, agar harganya meningkat dan lebih diterima konsumen. Artikel Lain [Cara Lengkap] Budidaya Ikan Patin Di Kolam Tanah Dan Analisanya Ikan mola ini tergolong baru dan hanya dapat berkembang biak secara alami di tempat asalnya, yaitu Cina. Di luar daerah asalnya seperti Indonesia, perkembangbiakan ikan tersebut harus dilakukan pemijahan buatan. Sulit berkembangnya ikan mola ini merupakan faktor penghambat pemasaran ikan mola. Pembudidayaan ikan mola dengan pemijahan buatan mulai dikembangkan di Indonesia. Di Jawa Barat, seperti daerah Cianjur, Purwakarta, dan Bogor yang dijadikan sebagai daerah pengembangan ekspor. Peluang pasar ikan mola cukup menjanjikan. Dengan demikian, usaha ini masih terus dikembangkan karena usaha ikan mola ini merupakan salah satu alternatif usaha perikanan air tawar yang berorientasi ekspor meskipun belum populer di masyarakat. Kualitas ikan mola berorientasi ekspor, salah satunya dipengaruhi oleh teknik pendistribusian. Teknik pendistribusian ini meliputi jenis alat angkut dan kondisi penyimpanan yang seharusnya dilengkapi dengan alat pendingin agar ikan masih dalam keadaan segar. Teknik pendistribusian tersebut diharapkan dapat mempengaruhi harga ikan mola di pasaran. Artikel Lain Ikan Mas Hias Demikian penjelasan artikel diatas tentang Ikan Mola Air Tawar semoga dapat bermanfaat untuk pembaca setia

ikan mola air tawar