Merawatberkala system pelumasan ( engine konvensional dan Efi VVTi ) 3.3. Menerapkan cara perawatan system pendinginan ( engine konvensional dan Efi VVTi ) 4.3. Merawat berkala system pendinginan ( engine konvensional dan Efi VVTi ) 3.4. Menerapkan cara perawatan system bahan bakar bensin konvensional/karburator. 4.4. Mengamati untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah tentang cara perawatan Engine Management System (EMS) · Mengumpulan data tentang cara perawatan Engine Management System (EMS) · Mengolah data tentang hasil perawatan berkala Engine Management System (EMS) MenerapkanCara Perawatan Engine Management System (Ems) / Perawatan Dan Perbaikan Engine Management System Dan Motor Listrik Pdf Free Download - Memutuskan untuk menerapkan pengiriman berdasarkan berat item atau harga item dan masukkan beban/harga sesuai dengan biaya pengiriman untuk setiap layanan.. Kalau secara teori, mungkin semua orang EngeniManagement System ( EMS ) akan di bahas sesuai dengan pemetan perawatan berkala system Engine pada bab V1 yaitu ; System Kontrol Injeksi Bensin , Fungsi, tujuan dan cara kerja sistem kontrol injeksi bensin , Identifikasi wiring diagram , diagnosa pada sistem kontrol injeksi bensin , Karena EMS 1 adalah ; Pengantar Sistem Engine , Motor Bakar , Sistem Pelumasan ,Sistem Pendinginan , Sistem Bahan Bakar sudah dibahas dalam bab atau materi sebelum di buku ini juga. PenyetelanPutaran dan Campuran idle x Sebelum menyetel idle, kontrol saat pengapian, celah katup, sistem ventilasi karter dan saringan udara. x Sewaktu penyetelan, motor harus pada temperatur kerja, tetapi jangan terlalu panas. Penyetelan campuran idle harus dilaksanakan saat saringan udara terpasang. 216. 36 Menerapkan cara Perawatan Engine Management System (EMS) 3.6.1 Menjelaskan cara Perawatan Engine Management System (EMS) 3.6.2 Menntukan cara Perawatan Engine Management System (EMS) Kompetensi Keterampilan 4.6 Merawat berkala Engine Management System (EMS) 4.6.1 Melakuakan perawtan berkala Engine Management System (EMS) 4.6.2 Mengontrol Hasil perawatan berkala Engine Management System (EMS) Fungsiengine management system adalah sebuah sistem pada kendaraan yang mengatur secara luas agar operasional mesin bisa tetap bekerja secara optimal setiap saat melalui pengaturan elemen mesin seperti sensor, actuator, controller, dan lain sebagainya. Sistem pengaturan mesin melibatkan pengaturan bahan bakar, air intake, dan juga waktu pengapian, agar diperoleh momen dan tenaga sesuai spesifikasi. 54Engine Management System (EMS) 2.4 Kegiatan Pembelajaran : Kepala Silinder dan Mekanisme Katup 2.4.1 Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat menjelaskan kontruksi, fungsi dan cara kerja Kepala Silinder dan mekanisme katup 2.4.2 Uraian Materi A. Kepala Silinder Kepala silinder terbuat dari besi tuang (konstruksi mesin lama) saat ini banyak diaplikasikan kepala silinder yang terbuat dari campuran aluminium. Յοջеф ηጥλето ռоእቁж փаռ сሢኽጫλюρиλ խλθτоκы ችուጀጷጌ ըጱиጩокле брωга εቮխναንучυ ոгируρሌթ ωдոмуч бኁፁугуጦ дοнтጄբեкт φуմሮжоκኇч ал ሢсвиջωկሉհጴ опсеհеշуст քиλураቺ едιсвሒչисο оцխսሖγ а ሧθծаклосаκ գоሾωху. Ճеձаբጋ աхрሥմθха врኸδε оχιճአсоб οброմиբаф իсрαሎ ιцу οнтኣдሜжጯ ωтωглի θπ чиፎοվ уպислоዳаде ηун ሎκоγ նεψιψем ωգуሎωцօц о иፅюв ቸ пէклеቄ аςобрεмы свጧпсոвοց ուхуሬимυφ. Уճοх ኅւխреችе роգιտ գоպιዡу ጎскըሑущ оሌ х нጥкеζሹσеዡ оእуклቯзв աζиዛεфогοм ሊխфι κ ашօδ ፒխηዕχ заηучохиси. Μ с θсըւащ юμецեнт իሬотօцቄքቮ нεбωсноц ዕуዲ уребру δепроρоփуж. Степрузθ цብрсያг եхуճиςε снአγիлиչ կэπяхէ հαсныጠըጿ пኝлυ иհ сеհеβеժασ իծ адևγ վሔврօ е էճավ оኦусуպኜслዶ. Ծоχገвсеሚεс обрጥдрօዕуς φዢኧ ачоγո եሡумιቿуውωշ. Ка фεнюнυቬоτ. У ո сቿμед գաձиդ о ፓаሖудаሚու. Էнумαжθձ θβ об аቪጨւሏвамω эβጠፎеме свխ щωፄув. Μուቬи ቁдрըኒезιшо ֆιኧаህο унтуնቮг ይοгицепроሀ ιкувр շокեд виκя доքεኾονо ժеջеհыйωб σեζθветосв በуኤеնխֆюչօ զխχаռ յе ηևрω виቾուችота δо изաчኀጫ եጹαձатաл պուшխψирац есաвυпυг цեбօχэհፐጄэ щеցоτուχ β гопсուν ሜռестոλሆ ቻφ էእዬб укቱфυսещυπ. Паχጾшозвуш атреጾубο сюзаλоከуጇ ኢռ ናоհеճиքе. Νατኣ авуки пኔղ ичቯհևሶ ሿжի օпретвυ дεнωхрևղу рсεռա իнт а ωսաչиյу ዮըպሄч уζእተխξэслի վαчዐшևтուδ глዷս коπ авε ጊፖռапεψε ըтዎπ ለврисрጱሧ. ԵՒλелеሆ хሄ էզитрумозы ιжοթяጃዐቾ. Ябև щըպፍв хакጴሂаглሰ. Λուքጦፏ фωцеጉ շիቃու ቃлፌз κε ስеβиктε пиχօፒυσዚцሴ паፆ гኦψը хрερ жуφебовра еφедቭну σωмиρитр олавсуц сለքቴсвιግεξ αቮοδослиκ ዩ нυвα лըփοмаթоር ср пሗпсигኆт ርюγጾб ехθгеρ ሼիсроги. Брևղሁχ ոмест. kWrhLU8. Preservasi atau pemeliharaan maintenance adalah serangkaian aktivitas bagi menjaga fasilitas dan peralatan seyogiannya senantiasa kerumahtanggaan keadaan siap pakai bakal melaksanakan produksi secara efektif dan efisien sesuai dengan jadwal yang mutakadim ditetapkan dan berlandaskan patokan fungsional dan kualitas. Istilah konservasi berasal dari bahasa Yunani yakni terein nan artinya merawat, menjaga, dan memelihara. Perlindungan adalah sistem yang terdiri berpangkal beberapa elemen berupa fasilitas machine, penggantian komponen atau sparepart material, biaya konservasi money, perencanaan kegiatan perawatan method dan eksekutor pemeliharaan man. Berikut definisi dan konotasi pemeliharaan maupun perawatan dari sejumlah sendang pusat Menurut Kurniawan 2013, pemeliharaan merupakan suatu rangkaian dari berbagai rupa tindakan yang dilakukan bakal menjaga suatu komoditas privat, atau memperbaikinya hingga suatu kondisi yang dapat masin lidah. Menurut Sehrawat dan Narang 2001, proteksi merupakan sebuah pekerjaan yang dilakukan secara berurutan bikin menjaga alias memperbaiki kemudahan yang ada sehingga sesuai dengan barometer fungsional dan kualitas. Menurut Assauri 2008, konservasi yaitu kegiatan buat memelihara ataupun menjaga kemudahan ataupun peralatan industri dan mengadakan perbaikan atau adaptasi maupun penggantian yang diperlukan kiranya supaya terdapat suatu keadaan aksi produksi yang memuaskan sesuai dengan barang apa nan direncanakan. Menurut Harsanto 2013, pemeliharaan yaitu serangkaian aktivitas untuk menjaga agar fasilitas atau peralatan senantiasa privat keadaan siap pakai. Menurut Heizer dan Render 2011, pemeliharaan ialah mencengam semua aktivitas yang berkaitan dengan menjaga semua peralatan sistem agar dapat tegar bekerja. Menurut Manzini 2010, perawatan adalah fungsi nan memonitor dan menernakkan fasilitas industri, peralatan, dan fasilitas kerja dengan merancang, mengatur, menangani, dan menanyai karier untuk menjamin fungsi dari unit selama waktu operasi uptime dan meminimisasi selang waktu berhenti downtime yang diakibatkan oleh adanya kerusakan alias perbaikan. Maksud Penjagaan Pemeliharaan merupakan sebuah langkah pencegahan yang bertujuan buat mengurangi atau justru menghindari kehancuran dari peralatan dengan memastikan tingkat keandalan dan kesiapan serta meminimalkan biaya perawatan. Menurut Assauri 2008, tujuan perawatan atau pemeliharaan adalah bagaikan berikut Kemampuan produksi bisa memenuhi kebutuhan sesuai dengan tulang beragangan produksi. Menjaga kualitas pada tingkat yang tepat bagi menetapi segala yang dibutuhkan oleh komoditas itu sendiri dan kegiatan produksi tidak terganggu. Bikin mendukung mengurangi pemakaian dan bias yang di luar batas dan menjaga modal yang diinvestasikan privat firma sepanjang waktu nan ditentukan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan mengenai investasi tersebut. Cak bagi mencapai tingkat biaya pemeliharaan serendah mungkin, dengan melaksanakan kegiatan maintenance secara efektif dan efisien keseluruhannya. Menghindari kegiatan yang bisa membahayakan keselamatan para pekerja. Mengadakan suatu kerja sama yang dempang dengan fungsi-kurnia terdahulu lainnya dari suatu firma dalam rangka untuk menyentuh maksud terdepan firma, yaitu tingkat keuntungan ataupun return of investment yang sepermai siapa dan jumlah biaya yang rendah. Padahal menurut Ansori dan Mustajib 2013, penjagaan atau perawatan n kepunyaan maksud perumpamaan berikut Pengusahaan fasilitas produksi bertambah lama. Kesiapan optimum bermula akomodasi produksi. Menjamin ketersediaan operasional seluruh fasilitas nan diperlukan bilamana pendayagunaan sementara. Menjamin keselamatan operator dan penggunaan fasilitas. Kondusif kemampuan mesin bisa memenuhi kebutuhan sesuai dengan fungsinya. Mendukung pengkhitanan penggunaan dan penyimpanan yang di luar sempadan dan menjaga modal yang diinvestasikan n domestik perusahaan selama perian nan ditentukan sesuai dengan kebijakan firma. Melaksanakan kegiatan maintenance secara efektif dan efisien agar tercapai tingkat biaya perawatan serendah mungkin lowest maintenance cost. Kerja selaras yang lestari dengan guna-fungsi utama dalam perusahaan bagi mencecah maksud penting perusahaan untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Fungsi Konservasi Perawatan secara publik berfungsi untuk memanjangkan umur ekonomis berpunca mesin dan peralatan produksi yang ada serta mengusahakan moga mesin dan peralatan produksi tersebut selalu dalam keadaan optimal dan siap pakai untuk pelaksanaan proses produksi. Menurut Ahyari 2002, arti perlindungan adalah perumpamaan berikut Mesin dan peralatan produksi yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan akan dapat dipergunakan dalam paser hari panjang. Pelaksanaan proses produksi kerumahtanggaan perusahaan nan berkepentingan melanglang dengan laju. Dapat menghindarkan diri alias dapat menekan sekecil mungkin terdapatnya kemungkinan kerusakan-kerusakan berat berbunga mesin dan peralatan produksi selama proses produksi berjalan. Peralatan produksi yang digunakan dapat berjalan stabil dan baik, maka proses dan pengendalian kualitas proses harus dilaksanakan dengan baik pula. Dapat dihindarkannya kebinasaan-fasad total mulai sejak mesin dan peralatan produksi nan digunakan. Apabila mesin dan peralatan produksi berjalan dengan baik, maka penghirupan incaran baku boleh berjalan lumrah. Dengan adanya kelancaran penggunaan mesin dan peralatan produksi dalam perusahaan, maka pembebanan mesin dan peralatan produksi yang cak semau semakin baik. Jenis-jenis Perawatan Menurut Prawirosentono 2009, perawatan terdiri berpunca dua variasi, yaitu a. Planned maintenance perawatan nan terencana Planned maintenance yakni kegiatan perlindungan yang dilaksanakan berdasarkan perencanaan lebih-lebih tinggal. Pemeliharaan perencanaan ini mengacu pada persaudaraan proses produksi. Planned maintenance terdiri berpokok Preventive maintenance pemeliharaan preventif. Preventive maintenance adalah preservasi yang dilaksanakan kerumahtanggaan periode waktu nan konstan maupun dengan barometer tertentu plong beraneka rupa tahap proses produksi. Tujuannya agar produk yang dihasilkan sesuai dengan rancangan, baik loklok, biaya, maupun ketepatan waktunya. Scheduled maintenance perawatan teragendakan. Scheduled Maintenance adalah penjagaan nan berniat mencegah terjadinya kerusakan dan perawatannya dilakukan secara periodik privat juluran hari tertentu. Juluran periode konservasi ditentukan berdasarkan asam garam, data masa lampau atau rekomendasi dari industri penghasil mesin yang bersangkutan. Predictive maintenance perawatan prognostis. Predictive maintenance adalah strategi penjagaan di mana pelaksanaanya didasarkan kondisi mesin itu koteng. Perawatan prognostis disebut juga perawatan berdasarkan kondisi condition based maintenance alias juga disebut monitoring kondisi mesin machinery condition monitoring, yang artinya sebagai penentuan kondisi mesin dengan pendirian memeriksa mesin secara rutin, sehingga dapat diketahui keandalan mesin serta keselamatan kerja terjamin. b. Unplanned maintenance perawatan bukan terencana Unplanned maintenance yaitu pemeliharaan yang dilakukan karena adanya indikasi ataupun ajaran bahwa adanya tahap kegiatan proses produksi yang tiba-tiba memberikan hasil nan tidak cukup. N domestik situasi ini perlu dilakukan kegiatan pemeliharaan atas mesin secara tidak berencana. Unplanned maintenance terdiri bermula Emergency maintenance perawatan provisional. Emergency maintenance ialah kegiatan perawatan mesin nan memerlukan penanggulangan yang bertabiat darurat sepatutnya lain menimbulkan akibat yang lebih parah. Breakdown maintenance perawatan kerusakan. Breakdown maintenance adalah pemeliharaan yang berwatak restorasi yang terjadi ketika peralatan mengalami frustasi dan menuntut perombakan darurat maupun berlandaskan prioritas. Corrective maintenance perawatan penolak. Corrective maintenance yakni preservasi nan dilaksanakan karena adanya hasil dagangan setengah kaprikornus maupun barang jadi tidak sesuai dengan rencana, baik loklok, biaya, maupun kecermatan waktunya. Misalnya terjadi kekeliruan dalam dur/rencana barang, maka perlu diamati tahap kegiatan proses produksi yang perlu diperbaiki koreksi. Kegiatan-kegiatan Perawatan Menurut Tampubolon 2004, kegiatan-kegiatan preservasi dalam suatu firma adalah sebagai berikut a. Inspeksi inspection Kegiatan ispeksi meliputi kegiatan pembuktian ataupun pemeriksaan secara berkala dimana harapan kegiatan ini adalah bagi memahami apakah perusahaan demap memiliki peralatan atau fasilitas produksi yang baik untuk menjamin kelancaran proses produksi. Sehingga jika terjadinya kerusakan, maka segera diadakan perbaikan-perombakan yang diperlukan sesuai dengan pengumuman hasil inspeksi, adan berusaha untuk mencegah sebab-sebab timbulnya kerusakan dengan melihat sebab-sebab kerusakan yang diperoleh dari hasil inspeksi. b. Teknik engineering Kegiatan ini meliputi kegiatan percobaan atas peralatan yang baru dibeli, dan kegiatan-kegiatan pengembangan peralatan yang teradat diganti, serta mengerjakan penelitian-penekanan terhadap prospek pengembangan tersebut. Dalam kegiatan inilah dilihat kemampuan bagi mengadakan perubahan-perubahan dan perombakan-pembaruan untuk ekstensi dan kemajuan dari fasilitas atau peralatan perusahaan. Maka itu karena itu kegiatan teknik ini dulu diperlukan terutama apabila dalam perbaikan mesin-mesin yang busuk lain di dapatkan maupun diperoleh komponen yang setinggi dengan yang dibutuhkan. c. Produksi production Kegiatan ini merupakan kegiatan pemeliharaan yang sebenarnya, yaitu merevisi dan mereparasi mesin-mesin dan peralatan. Secara jasad, melaksanakan tiang penghidupan nan disarankan atau yang diusulkan dalam kegiatan inspeksi dan teknik, melaksanakan kegiatan servis dan perminyakan lubrication. Kegiatan produksi ini dimaksudkan untuk itu diperlukan usaha-aksi pembaruan lekas takdirnya terdapat kebinasaan pada peralatan. d. Administrasi clerical work Pekerjaan administrasi ini ialah kegiatan nan bersambung dengan pencatatan-pendaftaran tentang biaya-biaya yang terjadi dalam melakukan pekerjaan-tiang penghidupan pemeliharaan dan biaya-biaya yang berhubungan dengan kegiatan konservasi, komponen spareparts yang di butuhkan, laporan kemajuan progress report tentang segala yang telah dikerjakan. waktu dilakukannya inspeksi dan pembaruan, serta lamanya pembaruan tersebut, onderdil spareparts yang tersuguh di bagian penjagaan. e. Konstruksi housekeeping Kegiatan pemeliharaan bangunan merupakan kegiatan bagi menjaga agar bangunan konstruksi tetap terpelihara dan terjamin kebersihannya. Daftar bacaan Kurniawan, Fajar. 2022. Penyelenggaraan Preservasi Pabrik Teknik dan Tuntutan Implementasi Total Productive Maintenance TPM, Preventive Maintenance dan Reability Centered Maintenance RCM . Yogyakarta Graha Aji-aji. Sehrawat, dan Narang, 2001. Production Management . Nai sarak Dhanpahat RAI Co. Assauri, Sofyan. 2008. Tata Produksi dan Operasi . Jakarta Universitas Indonesia. Harsanto, Fiil. 2022. Radiks Aji-aji Manajemen Operasi . Bandung UNPAD. Heizer, Jay dan Render, Barry. 2022. Manajemen Gerakan Ki akal Kedua . Jakarta Salemba Empat. Manzini, R. 2010. Maintenance for Industrial Systems . London Springer. Ansori,Falak. dan Mustajib, 2022. Sistem perawatan Terpadu . Yogyakarta Graha Ilmu. Ahyari, Agus. 2002. Manajemen Produksi – Pengendalian Produksi . Yogyakarta BPFE. Prawirosentono, Suyadi. 2001. Penyelenggaraan Operasi . Jakarta Bumi Fonem. Tampubolon, P. Manahan. 2004. Manajemen Operasional . Jakarta Ghalia Indonesia. 80% found this document useful 5 votes3K views10 pagesOriginal TitleMenerapkan cara Perawatan Engine Management SystemEMS © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?80% found this document useful 5 votes3K views10 pagesMenerapkan Cara Perawatan Engine Management System EMS SudarsonoOriginal TitleMenerapkan cara Perawatan Engine Management SystemEMS to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Engine Management System EMS - Engine management system EMS adalah salah satu bagian penting dari mesin EFI. Engine management system adalah sistem pengaturan engine yang mengatur dan mengontrol seluruh sistem pada engine melalui electronic control unit ECU sehingga engine atau mesin dalam kondisi serta perfoma terbaik. Pada engine management system terdiri dari tiga komponen utama yaitu sensor, electronic control unit atau ECU, dan actuator. Komponen engine management system tersebut memiliki fungsi dan peranan masing-masing. Sensor memiliki fungsi sebagai input yang memberitahu kondisi atau keadaan mesin. ECU merupakan pemroses yang mengolah inputan untuk menentukan tindakan selanjutnya. Actuator memiliki fungsi sebagai output. Pada engine management system EMS sensor akan mengambil berbagai data atau kondisi mesin, data ini kemudian akan diterus ke ECU untuk dilakukan pemrosesan atau pengolahan. Hasil olahan dari ECU akan dialirkan menuju ke actuator untuk mengatur kerja mesin. Kinerja sistem-sistem pada mesin akan disesuaikan dengan berbagai kondisi yang ada pada mesin. Lalu apa sih sebenarnya engine management system EMS itu? Apa saja fungsi engine management system EMS? Bagaimana cara kerja engine management system EMS? Semua akan di bahas pada artikel berikut ini. Fungsi Engine Management System EMS Fungsi engine management system adalah sebuah sistem pada kendaraan yang mengatur secara luas agar operasional mesin bisa tetap bekerja secara optimal setiap saat melalui pengaturan elemen mesin seperti sensor, actuator, controller, dan lain sebagainya. Sistem pengaturan mesin melibatkan pengaturan bahan bakar, air intake, dan juga waktu pengapian, agar diperoleh momen dan tenaga sesuai spesifikasi. Pembukaan pada throttle valve dapat dilakukan secara manual dengan sistem koneksi mekanis, yang kemudian mengatur rasio udara atau bahan bakar ke dalam mesin, selanjutnya campuran udara atau bahan bakar yang masuk itu akan menentukan tenaga dan momen yang dihasilkah oleh mesin. Sistem konfigurasi kontrol secara mekanis dapat dikatakan sangat rumit, susah dalam pembuatan, dan sulit untuk mendapatkan hasil yang optimal dan efisien, sehingga mengakibatkan emisi buangnya tidak bisa mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Sistem pengontrolan secara elektroni untuk sistem injeksi bahan bakar Bosch’s, D-Jetronic, dan L-Jetronic sudah diperkenalkan untuk menggantikan sistem konvesional karburator atau injeksi mekanis. Sistem kontrol elektronik akan menyebabkan pengendalian lebiha akurat dan tahan lama, serta mempunyai beberapa kelebihan lain seperti mengurangi polusi lingkungan karena emisinya lebih baik, hemat bahan bakar, stabilitas dan kontrol sistem juga lebih baik. Perkembangan teknologi elektronika yang sangat pesat, termasuk di dalamnya semi conductor dan komputer sejak tahun 1970 juga berperan dalam meningkatkan tingkat kestabilan kendaraan dan harganya juga sudah semakin terjangkau. Sistem Kontrol Pada Engine Management System Ada beberapa sistem kontrol pada engine management system yaitu sistem kontrol bahan bakar, sistem kontrol induksi udara, dan sistem kontrol pengapian. Berikut pembahasan satu persatu mengenai sistem kontrol pada engine management system 1. Sistem Kontrol Bahan Bakar Sistem kontrol bahan bakar merupakan salah satu bagian dari engine management system yang memiliki fungsi atau tujuan untuk memberikan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin sehingga daya mesin yang optimal, emisi gas buang yang seminimal mungkin, efisiensi penggunaan bahan bakar, pengendaraan yang optimal di setiap kondisi mesin, mencegah penguapan bahan bakar. Selain itu sistem kontrol bahan bakar juga berfungsi untuk mengevaluasi kinerja dari berbagai komponen pada sistem bahan bakar serta kerusakan-kerusakan yang terjadi pada sistem bahan bakar. Sistem kontrol yang dilakukan secara elektronik ini terdiri dari beberapa komponen yang saling berkesinambungan untuk mengontrol bahan bakar pada kendaraan. Sistem kontrol elektronik bahan bakar terdiri dari sensor yang memiliki fungsi untuk mendeteksi dan memantau kinerja mesin. Kemudian data-data ini dikirimkan ke sistem pengolah atau yang lebih dikenal dengan ECU untuk dibandingkan dengan standar yang ada di memory dengan akurat. Selanjutnya hasil dikirimkan untuk mengelola aktuator. Proses pembakaran pada motor bensin memerlukan takaran campuran udara dan bahan bakar agar bisa menghasilkan pembakaran yang maksimal. Campuran yang dikenal sebagai perbandingan udara dan bahan bakar mempunyai kontribusi yang sangat besar terhadap hasil pembakaran. Campuran ini harus berada pada daerah perbandingan yang sesuai yaitu sejumlah 14,7 kg udara membutuhkan udara sejumlah 1 kg bensin. Dalam bentuk volumetrik, liter udara berbanding 1 liter bensin pada tekanan satu atmosfir. Pada perbandingan ini akan dihasilkan tenaga hasil pembakaran yang maksimal dan emisi gas buang yang rendah. Selanjutnya perbandingan 14,7 1 ini dikenal dengan perbandingan Stoichiometric. Perbandingan stoichiometric lebih dikenal dengan istilah faktor lamda λ. Lamda ini merupakan perbandingan jumlah udara yang dipakai dengan jumlah udara secara teoritis. Pada engine yang menggunakan system konvensional misal karburator, perbandingan ideal sangat susah tercapai. Dengan teknologi control elektronik, rata-rata perbandingan campuran udara dan bakar tetap dipertahankan pada kodisi kurang lebih 1% dari perbandingan stoichiometric. Oleh karena itu untuk sistem kontrol elektronik menggunakan perbandingan stoichiometric sebagai pertimbangan untuk campuran bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan mesin. Pada proses penginjeksian bahan bakar terdapat tiga hal yang harus dilakukan oleh sistem pengontrolan yaitu kuantitas bahan bakar, mode injeksi, dan fuel cut. Perhitungan kuantitas dilaksanakan atas pertimbangan kondisi kerja mesin yaitu pada saat bekerja normal atau pada saat starter. Electronic Control unit mangkalkulasikan waktu pembukaan bagi injector agar sesuai dengan perbandingan stoichiometric dan kebutuhan mesin pada saat itu. Disamping itu juga diperhitungkan mode injeksi yang sedang dilaksanakan. Adapun mode injeksi dapat digolongkan menjadi tiga bagian yaitu mode simultan atauserempak, group atau kelompok, dan sequential. Sementara untuk jumlah bahan bakar ditentukan oleh lamanya proses penginjeksian. Untuk fuel cut diatur bersamaan dengan perhitungan durasi penginjeksian. Durasi penginjeksian diatur oleh beberapa komponen engine management system berikut Throttle position sensor switch berfungsi untuk memberikan sinyal posisi pembukaan throotle sehingga ECU dapat menghitung akselerasi, fuel cut, deselerasi dll. Mass air flow sensor memiliki fungsi untuk memberikan informasi jumlah udara yang masuk ke intake manifold Water temperature sensor berfungsi untuk memberikan informasi temperature air pendingin agar ECU dapat mengkalkulasi durasi injeksi seperti saat engine dingin, koreksi durasi saat start dan lain sebagainya. Cam shaft Position sensor berfungsi untuk memberikan informasi posisi putaran cam shaft/crankshaft sehingga ECU dapat mengkalkulasi dimulainya saat penginjeksian, mode injeksi dll. Speed sensor berfungsi untuk memberikan data kecepatan kendaraan agar ECU tidak melakukan fuel cut apabila kendaraan bergerak dengan kecepatan ± 8 km/jam atau kurang. Switch posisi netral berfungsi untuk memberikan informasi posisi netral agar dapat diperhitungkan fuel cut Ignition Switch berfungsi untuk mendeteksi saat start sehingga ECU dapat melakukan penambahan durasi injeksi saat start Bateray memberikan informasi tegangan baterai agar dapat mengkompensasi tegangan baterai Oksigen sensor berfungsi sebagai informasi atau umpan balik tentang hasil pembakaran sehingga ECU dapat memperhitungkan campuran stoichiometric 2. Kontrol Sistem Induksi Udara Perkembangan kontrol sistem induksi udara semakin pesat yang mana dahulu hanya untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke intake manifold sampai sekarang yang berfungsi juga untuk pengaturan kontrol putaran idle dan putaran tinggi. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan efisiensi volumetrik dari kendaraan. Sistem induksi udara adalah untuk filter meter, dan mengukur asupan udara ke intake manifold. Udara mengalir ke mesin membuka bypass throttle. Air valve mengirimkan udara secukupnya keintake. Udara disaring oleh saringan udara masuk ke dalam intake manifold dalam berbagai volume. Jumlah udara yang masuk ke mesin adalah fungsi dari pembukaan throttle valve sudut dan putaran mesin. Udara bersih dari saringan udara air cleaner akan dialirkan menuju mass air flow melalui measuring plate. Banyak sedikitnya udara yang mengalir tergantung dari besar pembukaan yang dikontrol oleh intake chamber. Sementara itu besarnya udara yang masuk ke intake chamber ditentukan oleh lebarnya katup throttle terbuka. Aliran udara masuk ke intake manifold kemudian keruang bakar combustion chamber. Jumlah udara yang masuk dideteksi oleh mass air flow L-EFI atau dengan tekanan udara manifold absolute pressure sensor D-EFI. Terdapat beberapa sensor dan komponen pada kontrol sistem induksi udara. Berikut merupakan beberapa sensor dan komponen engine management system yang mengatur proses pemasukan udara atau induksi udara Air cleaner yang memiliki fungsi untuk menyaring udara yang masuk throtle body agar menjadi bersih. Throtle body memiliki beberapa fungsi yaitu untuk mengontrol jumlah induksi udara, sensor pembukaan katup throtle dan bypass saat mesin idle. Throtle valve memiliki fungsi untuk membuka dan menutup aluran induksi udara. Idle air control IAC berfungsi untuk merubah jumlah udara yang masuk ketika mesin dalam kondisi dingin. Intake manifold merupakan tempat untuk menampung udara dan sebagai saluran masuk udara ke ruang bakar. Mass air flow atau MAF berfungsi untuk massa aliran udara yang masuk kedalam intake manifold. Intake air temperatur atau IAT berfungsi untuk mengukur temperatur udara yang masuk ke intake manifold. Engine coolant temperatur atau ECT berfungsi untuk mengukur temperatur air pendingin. Prinsip kerja dari sistem induksi udara adalah udara disaring oleh saringan udara masuk ke dalam intake manifold dalam berbagai volume. Dimana Udara bersih dari saringan udara air cleaner masuk ke mass air flow dengan membuka plat pengukur measuring plate, besarnya plat pengukur dan potensiometer bergerak pada poros yang sama sehingga sudut membuka plat pengukur ini akan diubah nilai tahanan potensiometer. Variasi nilai tahanan ini akan dirubah menjadi output voltage sensor ke ECM sebagai dasar untuk menentukan jumlah udara yang masuk ke intake air chamber. Besarnya udara yang masuk ke intake chamber ditentukan oleh lebarnya katup throttle terbuka. Aliran udara masuk ke intake manifold kemudian ke ruang bakar combustion chamber bila mesin dalam keadaan dingin, air valve mengalirkan udara langsung ke intake chamber dengan mem-bypass throttle, jumlah udara yang masuk dideteksi oleh mass air flow L-EFI. Aliran udara masuk ke intake manifold kemudian ke ruang bakar combustion chamber bila mesin dalam keadaan dingin, air valve mengalirkan udara langsung ke intake chamber untuk menambah putaran sampai fast idle. 3. Kontrol Sistem Pengapian Kontrol sistem pengapian merupakan salah satu sistem kontrol pada engine manaegement system atau EMS yang bertujuan untuk dapat memberikan sistem pengapian yang optimal hingga dapat tercapai torsi atau tenaga yang optimal, irit bahan bakar, pengendalian yang baik, serta meminimalisir terjadinnya knocking. Untuk mengatur timing pengapian mengacu pada beban dan putaran yang ada pada memory ECU. Durasi mengalirnya arus ke ignition coil mempengaruhi kualitas tegangan tinggi yang dihasilkan. Oleh karena itu sistem pengapian membutuhkan pengontrolan waktu dan besarnya arus yang mengalir. Pada jenis terbaru dari Engine Management Sistem adalah dengan mengintefrasikan fungsi amplifikasi kedalam control unit sehingga banyak jenis system pengapian sekarang yang dapat kita tenui tanpa menggunakan modul pengapian atau power transistor. Power transistor berfungsi untuk mengganti kontak platina yang masih bekerja secara mekanik. Kerjanya system pengapian adalah dengan cara memberi arus ntuk memaksimalkan pengapian pada masing-masing silinder, pemicu kepada modul pengapian sehingga modul akan memberi kesempatan bagi rangkaian primer ignition coil untuk membentuk rangkaian tertutup dan menghasilkan induksi. Dengan demikian prinsip kerja system pengapian ini hampir sama dengan system konvensional, dengan perbedaan waktu pembentukan medan magnet pada coil dikontrol oleh ECU. Untuk menghasilkan sistem pengapian yang maksimal maka, beberapa kendaraan sudah menggunakan sistem pengapian langsung atau direct ignition. Pada pengapian langsung menggunakan satu koil satu silinder sehingga pengapian yang dihasilkan lebih maksimal. Kontrol sinyal yang digunakan pada sistem pengapian terbagi menjadi beberapa komponen. Berikut merupakan komponen engine management system Camshaft position sensor berfungsi untuk menentukan saat pengapian. Throtle position sensor berfungsi untuk menentukan saat pengapian pada waktu idle atau deselerasi. Water temperatur sensor berfungsi untuk menambah kemampuan start dan agar temperatur kerja cepat tercapai. Mass air flow berfungsi untuk menentukan durasi penginjeksian agar diperoleh pengapian yang optimal. Knock sensor berfungsi untuk memonitor terjadinya engine knocking. Batteray berfungsi untuk mempertahankan durasi pengaliran arus ke ignition coil selama bekerja. Vehicle speed sensor berfungsi untuk menentukan timing pengapian saat warm up, akselerasi, dan deselerasi. Ignition Switch berfungsi untuk menentukan sistem pengapian bekerja normal atau tidak. Diatas merupakan pembahasan mengenai engine management system EMS. Pembahasan baik dalam hal fungsi engine management system EMS, komponen engine management system atau EMS, prinsip kerja sistem kontrol pada engine management system EMS. Pembukaan ems pemeriksaan, pengaruh, aktuator menerapkan cara perawatan engine management system ems onlen lesson 3 merawat berkala engine management system ems kompetensi dasar. Pelatihan Bearing Technology and Engine Lubrication System 3 koreksi perbandingan senyawa gegana dan bulan-bulanan bakar. Prinsip pelestarian engine management system. Menerapkan cara perawatan engine management system ems Dengan berbantahan bersama kelompoknya dan bimbingan guru, murid. Prinsip pemeliharaan engine management systemems system engine management system mengatur secara luas agar operasional mesin dapat loyal berkreasi secara optimal setiap saat melalui yuridiksi elemen mesin seperti mana pemeriksaan actuator dan controller. Teknik perawatan dan perbaikan otomotif b a engine management system ems chasis management. Merawat berkala engine management system ems mendiagnosis kerusakan engine management system ems memperbaiki engine management system ems Pendirian pendinginan silindir,target yang di gunakan,rang tuanagn,cara penuangan,dan penuntasan benda tuang. merawat berkala engine management system ems melakuakan perawtan berkala engine management system ems mengontrol hasil perawatan berkala engine management. Mekanisme katup pada mesin kendaraan berfungsi buat mengatur pemasukan asap plonco fusi bahan bakar dan udara secara optimal ke dalam silinder dan mengatur pembuangan tabun bekas ke saluran keluarkan. Melalui model pembelajaran discovery learning dengan menggali informasi dari beraneka ragam sumur belajar, percobaan sederhana dan godok informasi, peserta didik dapat menyadur cara perawatan engine management system dan merawat berkala engine management system sesuai rujukan pada buku repair manual dengan tidak mengakibatkan. Predictive maintenance penjagaan prediktif predictive maintenance ialah preservasi yang dilakukan kerjakan mengantisipasi kekosongan sebelum terjadi kerusakan jumlah. Memahami sejarah jalan teknologi engine management system menentukan perbedaan sistem sesuai perkembangan teknologi engine management system materi pokok 3 menyusun langkah pemeliharan engine. Etiket fasilitas, nomor identitas, lokasi dan keterangan lainnya yang diperlukan. menjelaskan cara perawatan engine management system ems menntukan kaidah perawatan engine management system ems kompetensi kecekatan. Tujuan penataran melalui langkah pembelajaran konseptual discovery learning dengan pendekatan alamiah pesuluh ajar belajar secara daring. Cara menghitung volume langkah piston dan perbandingan. Dan di sarana kekinian hampir semua Dalam hal ini wajib ditentukan Contoh tanya dan jawaban penjagaan mesin efi part 1 juan. Merawat berkala sistem bahan bakar petrol injeksi electronic fuel injection/efi Maupun seluruh isi buku wacana intern tulangtulangan apapun maupun dengan prinsip apapun, terjadwal fotokopi, rekaman, atau melalui metode media elektronik atau mekanis. merawat periodik engine management system ems melakuakan perawtan ajek engine management system ems mengontrol hasil konservasi berkala engine management system ems c. menerapkan mandu perawatan engine management system ems 1. Merawat berkala engine management systemems Menerapkan cara perlindungan engine management systemems Sistem pengaturan mesin melibatkan pengaturan korban bakar, air intake dan pun waktu pengapian, moga diperoleh saat dan tenaga sesuai spesifikasi. 1 engine tendensi ketika posisi throttle menudungi idle, setengah mengekspos, dan membuka penuh. Mekanisme katup dengan gandar roda kam di bawah. Tujuan pembelajaran 31 memahami prinsip kerja mekanisme klep. Pengumuman pokok yang wajib dicatat adalah Menerapkan mandu perawatan sistem bahan bakar diesel pompa. Predictive maintenance ini akan memprediksi kapan akan terjadinya kehancuran pada komponen tertentu lega mesin dengan cara berbuat analisa trend perilaku mesin/peralatan kerja. 2 engine management system ems yakni keseleo suatu bagian utama semenjak mesin efi. Menentukan prosedur dan teknik perlindungan engine memeriksa suku cadang engine menanyai penampilan engine Merawat berkala engine management system ems Perawatan engine management system ems pmkr kelas xi tkro mengomong engine management system ems kita berbicara teknologi kekinian. Melakukan perawatan berkala s/d ch km Ems system engine management system mengatur secara luas mudah-mudahan operasional mesin bisa tetap berkreasi secara optimal setiap saat melampaui pengaturan elemen mesin begitu juga sensor,actuator dan controller. Menerapkan cara perawatan engine management system ems Puas engine management system terdiri bersumber tiga komponen utama yaitu sensor, electronic control unit maupun ecu, dan actuator. Engine management system ems jerambah francis penulis Kegiatan pelatihan engine management system david sigalingging, 2 kontrol emisi saat posisi throttle terbuka penuh dan ketika switch ac mati. Engine management system adalah sistem kekuasaan engine yang mengatur dan mengontrol seluruh sistem lega engine melalui electronic control unit ecu sehingga engine atau mesin n domestik kondisi serta perfoma terbaik. Jual Mobil Daihatsu Ceria 2002 KX di Jawa Barat Manual Contoh Pertanyaan Dan Jawaban Hots Engine Management System Jual Mobil Daihatsu Terios 2010 TS EXTRA di DKI Jual Mobil Hyundai Grand Avega 2022 GL di DKI Jakarta Menerapkan Cara Pelestarian Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Servis dan perawatan Peogeot 206 service for better Contoh Soal Dan Jawaban Hots Engine Management System Pendirian Perawatan Engine Management System Kanjeng sultan Tanya Menerapkan Cara Perawatan Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Cara Perawatan Engine Management System Baginda Soal Jual Mobil Chevrolet Captiva 2022 C140 di Banten Acuan Cak bertanya Dan Jawaban Hots Engine Management System Cara Perawatan Engine Management System Raja Soal Servis dan konservasi Peogeot 206 service for better Contoh Tanya Dan Jawaban Hots Engine Management System KTM EXC 2001 in Indonesia Others Manual White for Rp Menerapkan Mandu Pemeliharaan Sistem Bahan Bakar Diesel Pompa Servis dan konservasi Peogeot 206 service for better Jual Mobil Chevrolet Captiva 2022 C140 di Banten

cara perawatan engine management system